Minggu, 13 Oktober 2013

ARITMIA VENTRIKULER



A.   Definisi
Gangguan irama jantung atau aritmia merupakan komplikasi yang sering terjadi pada infark miokardium. Aritmia atau disritmia adalah perubahan pada frekuensi dan irama janung yang disebabkan oleh konduksi elektrolit abnormal atau otomatis (Doenges, 1999).                     Gangguan irama jantung tidak hanya terbatas pada iregularitas denyut jantung tapi juga termasuk gangguan kecepatan denyut dan konduksi (Hanafi, 1996).


B.   Etiologi
            Penyebab dasar suatu aritmia sering sulit dikenali, tetapi tidak beberapa faktor aritmogenik berikut ini dapat menjadi perhatian :
1.      Hipoksia : miokardium yang kekurangan oksigen menjadi iritabel
2.      Iskemia : infark miokardium dan angina menjadi pencetus
3.      Stimulasi simpati : menguatnya tonus otot karena penyebab apapun
4.      Obat-obatan : efek pemberian obat-obatan digitalis atau bahkan obat-obat anti artimia sendiri
5.      Gangguan elektrolit : ketidakseimbangan kaliumn kalsium dan magnesium
6.      Regangan (stretch) : hipertrofi ventrikel

Etiologi aritmia jantung dalam garis besarnya dapat disebabkan oleh :
1.      Peradangan jantung, misalnya demam rematik, peradangan miokard (miokarditis karena   infeksi).
2.       Gangguan sirkulasi koroner (arterosklerosis koroner atau spasme arteri koroner), misalnya iskemia miokard, infark miokard.
3.      Karena obat (intoksikasi) antara lain oleh digitalis, quinidin dan obat-obat anti aritmia lainnya.
4.      Gangguan keseimbangan elektrolit (hiperkalemia, hipokalemia).
5.      Gangguan pada pengaturan susunan saraf otonom yang mempengaruhi kerja dan irama jantung.
6.       Gangguan metabolik (asidosis, alkalosis).
7.      Gangguan endokrin (hipertiroidisme, hipotiroidisme).
8.      Gangguan irama jantung karena kardiomiopati atau tumor jantung.
9.      Gangguan irama jantung karena penyakit degenerasi (fibrosis sistem konduksi jantung).


C.   Macam – Macam Aritmia
1.      Sinus Takikardi
Meningkatnya aktifitas nodus sinus, gambaran yang penting pada ECG adalah : laju gelombang lebih dari 100 X per menit, irama teratur dan ada gelombang P tegak disandapan I,II dan aVF.
2.       Sinus bradikardi
Penurunan laju depolarisasi atrim. Gambaran yang terpenting pada ECG adalah laju kurang dari 60 permenit, irama teratur, gelombang p tgak disandapan I,II dan aVF.
3.       Komplek atrium premature
Impul listrik yang berasal di atrium tetapi di luar nodus sinus menyebabkan kompleks atrium prematur, timbulnya sebelu denyut sinus berikutnya. Gambaran ECG menunjukan irama tidak teratur, terlihat gelombang P yang berbeda bentuknya dengan gelombang P berikutnya.
4.      Takikardi Atrium
Suatu episode takikardi atrium biasanya diawali oleh suatu kompleks atrium prematur sehingga terjadi reentri pada tingkat nodus AV.
5.       Fluter atrium.
Kelainan ini karena reentri pada tingkat atrium. Depolarisasi atrium cept dan teratur, dan gambarannya terlihat terbalik disandapan II,III dan atau aVF seperti gambaran gigi gergaji.


6.       Fibrilasi atrium
Fibrilasi atrium bisa tibul dari fokus ektopik ganda dan atau daerah reentri multipel. Aktifitas atrium sangat cepat.sindrom sinus sakit.
7.       Komplek jungsional premature
8.       Irama jungsional
9.       Takikardi ventrikuler

ACUT LUNG EODEMA



ACUT LUNG OEDEMA (ALO)
A.    PENGERTIAN
            Acute Lung Oedema (ALO) adalah akumulasi cairan di paru yang terjadi secara mendadak. (Aru W Sudoyo, Buku Ajar Ilmu Penyaki Dalam, 2006).
            Acute Lung Oedema (ALO) adalah terjadinya penumpukan cairan secara masif di rongga alveoli yang menyebabkan pasien berada dalam kedaruratan respirasi dan ancaman gagal napas.
            Acute Lung Oedema (ALO) adalah terkumpulnya cairan ekstravaskuler yang patologis di dalam paru. (Soeparman;767).

B.     ETIOLOGI
Penyebab terjadinya ALO dibagi menjadi 2, yaitu:
  1. KARDIOGENIK
  1. Penyakit pada arteri koronaria
Arteri yang menyuplai darah untuk jantung dapat menyempit karena adanya deposit lemak (plaques). Serangan jantung terjadi jika terbentuk gumpalan darah pada arteri dan menghambat aliran darah serta merusak otot jantung yang disuplai oleh arteri tersebut. Akibatnya, otot jantung yang mengalami gangguan tidak mampu memompa darah lagi seperti biasa.
  1. Kardiomiopati
Penyebab terjadinya kardiomiopati sendiri masih idiopatik. Menurut beberapa ahli diyakini penyebab terbanyak terjadinya kardiomiopati dapat disebabkan oleh infeksi pada miokard jantung (miokarditis), penyalahgunaan alkohol dan efek racun dari obat-obatan seperti kokain dan obat kemoterapi. Kardiomiopati menyebabkan ventrikel kiri menjadi lemah sehingga tidak mampu mengkompensasi suatu keadaan dimana kebutuhan jantung memompa darah lebih berat pada keadaan infeksi. Apabila ventrikel kiri tidak mampu mengkompensasi beban tersebut, maka darah akan kembali ke paru-paru. Hal inilah yang akan mengakibatkan cairan menumpuk di paru-paru (flooding).
  1. Gangguan katup jantung
Pada kasus gangguan katup mitral atau aorta, katup yang berfungsi untuk mengatur aliran darah tidak mampu membuka secara adekuat (stenosis) atau tidak mampu menutup dengan sempurna (insufisiensi). Hal ini menyebabkan darah mengalir kembali melalui katub menuju paru-paru.
  1. Hipertensi
Hipertensi tidak terkontrol dapat menyebabkan terjadinya penebalan pada otot ventrikel kiri dan dapat disertai dengan penyakit arteri koronaria.